Kamis, 07 November 2013

Contoh kalimat bermakna Denotatif dan konotatif

Mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang unik, sedikit susah, dan terkadang kurang diminati oleh para siswa. Banyak siswa yang dibuat bingung ketika berhadapan dengan makna kata, terlebih - lebih anak tersebut jarang membaca. Oleh karena itu agar kita tidak bingung dan banyak menguasai makna kata mari kita mulai dari sekarang untuk gemar membaca.

Pada kesempatan ini asagenerasiku.blogspot.com ingin berbagi masalah makna denotatif dan makna konotatif Bahasa Indonesia. Dengan harapan dapat membantu para siswa SD dalam belajar Bahasa Indonesia.

Dilihat dari maknanya, kata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kata bermakna denotasi dan kata bermakna konotasi.
1.     Kata bermakna denotasi
Kata bermakna denotasi adalah kata yang bersifat umum dan secara langsung
menunjukkan makna yang sebenarnya berdasarkan kamus (makna lugas).
     Contoh: Ita menanam bunga di halaman depan rumah.
     Kata bunga artinya kembang   atau bagian tanaman yang elok warnanya dan harum   
     baunya.

2.     Kata bermakna konotasi
Kata bermakna konotasi adalah kata yang bermakna kias (bukan sebenarnya) atau makna ungkapan.
Contoh: Semua pemuda mengagumi  bunga desa  anak pak Lurah.
     Kata  bunga desa  pada kalimat diatas mengandung makna tidak sebenarnya, karena arti   
     bunga desa pada kalimat diatas adalah gadis cantik .  

Konotasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1.      Konotasi positif yaitu konotasi yang mengandung nilai rasa lebih tinggi, baik, halus, sopan dan menenangkan.
2.     Konotasi negatif yaitu konotasi yang mengandung nilai rasa rendah, jelek, kasar, kotor, dan tidak sopan.
     Contoh kata  gugur  dan  mampus  makna denotasinya adalah mati, namun    
     kata  mampus  termasuk konotasi negatif sedangkan  gugur memiliki konotasi positif.

Perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini:  
1.     a. Ayah memperbaiki kursi yang rusak (bermakna denotasi)
 b.  Susilo Bambang Yudoyono dan Megawati memperebutkan kursi presiden (bermakna konotasi)

2.     a. Setelah makan kami cuci tangan (makna denotatif)
b. b. Para pejabat berusaha cuci tangan dari masalah korupsi (makna konotatif)

3.  a. Untuk kebutuhan kurban kakek membeli kambing hitam (bermakna denotasi)
     b. Jangan membuat orang lain sebagai kambing hitam dalam masalah mu (bermakna konotasi)

4.     a. Andi makan dengan lahapnya (konotatif positif)
 b. Rudi makan dengan rakusnya (konotatif negatif)

5.  a. Karena kurang pendidikan itu jadi bodoh (konotatif positif)
     b. Karena kurang pendidikan ia jadi anak goblok (konotatif negatif)